Inspiring Moment

Name:

Shio Kelinci- Kelinci dalam mitologi Cina adalah lambang umur panjang dan dikatakan sebagai turunan Bulan, maka tidak mengherankan bila orang yang lahir pada tahun Kelinci tergolong paling beruntung di antara kedua belas shio lainnya. Kelinci juga melambangkan keanggunan, sopan-santun, nasihat baik, kebaikan dan kepekaan terhadap segala bentuk keindahan. Perkataannya yang lemah-lembut, dan gerak-geriknya yang luwes tetapi cekatan justru membentuk tipe watak yang diperlukan bagi diplomat yang sukses atau politikus yang piawai. Konon, orang yang lahir di bawah shio Kelinci (yang juga dikenal sebagai shio Kucing) akan mengenyam kehidupan yang tenteram, damai, tenang dan amat menyenangkan. Wataknya pendiam, artistik dan memiliki penilaian yang baik. Kecermatannya sanggup menjadikannya cendekiawan yang baik. Ia juga dapat cemerlang dalam bidang hukum atau pemerintahan.

Links

Shout Box

    gratis
    Has been visited:
    times.
    Speakeasy Speed Test

Monday, August 01, 2005

Anak Superior, Bukannya Tak Bermasalah



Anak Anda pandai dan berbakat? Duh, senangnya. Namun, Anda juga mesti berlaku bijak, karena superioritas intelektual anak (baca:pandai) itu bisa memicu masalah dalam bersosialisasi dengan lingkungannya, baik di sekolah maupun keluarga - terutama jika ia punya saudara kandung.

Faktor Pembentuk Superioritas Anak dalam Keluarga

Setiap anak memiliki karakteristik sendiri. Terkadang posisi anak dalam keluarga -sulung, penengah, bungsu, atau anak tunggal- memberikan kontribusi dalam pembentukan perilaku anak. Perbedaan pembentukan perilaku ini bisa saja muncul akibat pola asuh yang Anda terapkan. Akan tetapi beberapa penelitian membuktikan bahwa tingkat kecerdasan anak tidak berkaitan dengan urutan kelahirannya. Sebaliknya, terdapat beberapa faktor yang cenderung mengambil peranan penting dalam menentukan kecerdasan anak-anak; misalnya faktor warisan genetika, IQ Anda, jumlah bacaan yang Anda sediakan di rumah, dan mutu sekolah.
Joseph Lee Rodgers, psikolog dari Universitas Oklahoma, menekankan, sebenarnya sebuah keluarga memiliki kemungkinan untuk menyebarkan kecerdasan ke sebanyak apapun anak yang mereka miliki. Sementara itu, Irene Schumo Seipt dalam bukunya Your Child's Place in the Family, menekankan bahwa setiap anak punya tempat yang unik dalam keluarga.

Kemampuan Sosialisasi Bisa Terpengaruh
Anak yang mempunyai superioritas intelektual (baca: pandai) itu umumnya mempunyai keinginan kuat untuk mengetahui banyak hal. Kerap kali mereka suka mengajukan pertanyaan kritis. Pertanyaan ini bisa tertuju pada diri sendiri atau orang lain (teman sekolah). Sikap penyampaian pertanyaan itulah yang kadang bisa menimbulkan masalah.

Mungkin saja, anak Anda itu kemudian dimasukkan ke kelas unggulan, yakni yang menampung khusus anak-anak yang juga superior dalam bidang intelektual. Anda bisa beruntung karena anak Anda akan merasa ada persaingan dengan teman-temannya yang seimbang kemampuannya. Gurunya pun bisa menyesuaikan materi pelajaran sesuai dengan keadaan dan kebutuhan anak. Namun, kerugiannya terletak pada turunnya sosialisasi dengan anak-anak normal yang sebaya. Perlakuan istimewa oleh pihak sekolah dan guru-gurunya itu mudah menimbulkan perasaan harga diri yang berlebihan (superiority complex) pada diri anak Anda.

Bagaimana mengendalikannya?

Anak Anda yang pandai juga bisa mempunyai hambatan apabila tidak mampu mengoordinasikan kemampuan atau potensinya secara lebih terarah. Hal ini juga bisa terjadi apabila anak Anda kurang mendapat bimbingan dan kesempatan untuk mewujudkan potensinya. Akibatnya, ia mengganggu orang lain atau menarik diri untuk kemudian lebih sibuk dengan dirinya. Ada beberapa kasus, anak pandai gagal di sekolah, nakal di kelas, mengganggu teman-teman kelasnya dan membuat orangtuanya dan gurunya menjadi kewalahan mengatasi tingkah lakunya. Jadilah, ia divonis sebagai anak nakal, susah diatur.

Berdasarkan beberapa literatur pendidikan, ada beberapa alternatif untuk mengatasi anak pandai yang seringkali mengganggu proses kegiatan belajar mengajar di kelas, antara lain:

a.. Tugas tambahan: Latihlah anak dengan tugas tambahan bila anak sudah selesai mengerjakan tugas/PR yang pertama. Tugas tambahan tersebut dapat diulangi kembali dengan variasi tentunya.
b.. Pemahaman diri. Memberikan pemahaman kepada anak akan kemampuan yang dia miliki. Anak menyadari bahwa kemampuannya itu merupakan suatu kelebihan dibandingkan dengan teman-temannya. Tekankan untuk bersedia membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar di sekolah.
c.. Ajar sopan santun. Berilah pemahaman mengenai tingkah lakunya di sekolah agar bersikap sopan dan bertanggung jawab.
Alternatif cara tersebut akan membantu mengarahkan superioritas anak Anda pada hal yang positif. (THS)

SUMBER : SAHABAT NESTLE

0 Comments:

Post a Comment

<< Home