Inspiring Moment

Name:

Shio Kelinci- Kelinci dalam mitologi Cina adalah lambang umur panjang dan dikatakan sebagai turunan Bulan, maka tidak mengherankan bila orang yang lahir pada tahun Kelinci tergolong paling beruntung di antara kedua belas shio lainnya. Kelinci juga melambangkan keanggunan, sopan-santun, nasihat baik, kebaikan dan kepekaan terhadap segala bentuk keindahan. Perkataannya yang lemah-lembut, dan gerak-geriknya yang luwes tetapi cekatan justru membentuk tipe watak yang diperlukan bagi diplomat yang sukses atau politikus yang piawai. Konon, orang yang lahir di bawah shio Kelinci (yang juga dikenal sebagai shio Kucing) akan mengenyam kehidupan yang tenteram, damai, tenang dan amat menyenangkan. Wataknya pendiam, artistik dan memiliki penilaian yang baik. Kecermatannya sanggup menjadikannya cendekiawan yang baik. Ia juga dapat cemerlang dalam bidang hukum atau pemerintahan.

Links

Shout Box

    gratis
    Has been visited:
    times.
    Speakeasy Speed Test

Monday, August 01, 2005

Kenali Tipe Belajar Anak



Lina(34) salah seorang sahabat Nestle, merasa kesal bukan main setiap mendampingi Dio (8), putranya, belajar. Dio seringkali ngeyel ketika diminta untuk membaca buku pelajarannya. Suatu kali, Dio malah jatuh tertidur saat Lina memaksanya membaca. "Bagaimana mau pintar, kalau membaca saja ia tak mau," keluhnya. Tak banyak yang tahu bahwa anak memiliki tipe belajar tertentu. Sebelum Anda bersikap seperti Lina, kenali dulu tipe belajar anak Anda. Siapa tahu kemalasannya belajar selama ini bersumber pada kesalahan Anda menyikapi tipe belajarnya.

Tipe Belajar Berbeda

Setiap anak dilahirkan dengan aspek kecerdasan yang berbeda sesuai dengan fungsi otaknya. Ini jelas akan mempengaruhi daya tangkap, pemahaman dan gaya belajarnya. Bukan hanya para gurunya, Anda perlu memahami perbedaan cara belajar (learning difference) pada diri anak-anak Anda. Tujuannya tidak saja untuk mengoptimalkan kelebihan potensi anak, tetapi sebaliknya mengatasi kekurangannya.

Ada beberapa tipe belajar anak, yang apabila tidak dipahami orangtua dan gurunya sering menimbulkan bentrokan serta kurang optimalnya proses belajar-mengajar di sekolah.

a.. Tipe Auditori
Anak dengan tipe belajar ini lebih suka dengan cara mendengarkan dibanding disuruh membaca sendiri. Ia berpikir logis analitis dan memiliki urutan dalam berpikir. Ia lebih nyaman bila pembelajaran yang diberikan berkaitan dengan bunyi dan angka, mengikuti petunjuk dengan keteraturan. Ia lebih banyak mempergunakan kemampuan mendengar dengan koordinasi imajinasi dan kemampuan fantasinya untuk memahami suatu konsep maupun menyimpan suatu ingatan. Ia juga biasanya kurang tertarik membaca, kalaupun membaca dengan keras. Itu sebabnya, anak ini mudah terganggu oleh keributan. Lembaran halaman buku yang penuh tulisan sering membuat mereka mudah mengantuk. Anda perlu sejak dini mengajarinya membuat catatan-catatan pendek atau merekam suaranya sendiri ketika membaca materi pelajaran yang harus dipahaminya.
b.. Tipe Visual
Anak belajar dengan cara melihat (proses visualisasi). Oleh karenanya untuk menciptakan gambaran, memori ataupun pemahaman dalam otaknya harus ada gambar-gambar sebagai medianya. Sukar bagi anak tipe ini kalau hanya membayangkan dan mendengarkan hal-hal yang akan dipelajarinya, tetapi tidak ada alat peraganya. Keunggulannya, anak tidak mudah terganggu oleh keributan, mudah mengingat apa yang dilihat daripada yang didengarnya. Ia biasanya pembaca cepat dan tekun, tetapi tidak pandai memilih kata-kata.
c.. Tipe Belajar Kinestetik
Siswa yang bertipe ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan. Ia suka belajar melalui memanipulasi dan praktek, menghafal dengan cara berjalan dan melihat. Ia menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca.
d.. Tipe Belajar Taktil
Taktil artinya rabaan atau sentuhan. Siswa yang seperti ini penyerapan hasil pendidikannya melalui alat peraba yaitu tangan atau kulit. Contoh, mengatur ruang ibadah, menentukan buah-buahan yang rusak (busuk).
e.. Tipe Belajar Olfaktoris
Keberhasilan siswa yang bertipe olfaktoris tergantung pada alat indra penciumannya. Siswa ini akan sangat cepat menyesuaikan dirinya dengan suasana bau lingkungan. Siswa tipe ini akan cocok bila bekerja di laboratorium.
f.. Tipe Belajar Gustatif
Siswa yang bertipe gustatif (kemampuan mencicipi) adalah mereka yang mencirikan belajarnya lebih mengandalkan kecapan lidah. Mereka akan lebih cepat memahami apa yang dipelajarinya melalui indra kecapnya.
g.. Tipe Taktil-Kinestetik
Mereka belajar dengan menyentuh dan bergerak. Menggunakan contoh kongkret dan menyentuh segala sesuatu dalam jangkauannya hal-hal yang mereka pelajari jauh lebih menarik bagi mereka dibandingkan hanya sekadar mendengarkan dan melihat. Golongan ini lebih banyak belajar dengan melakukan (learning by doing), oleh karena alat peraga dan praktik langsung ke lapangan lebih mereka sukai karena lebih mudah bagi mereka mencerna dan memahami suatu konsep dan pengertian.
h.. Tipe Belajar Kombinatif
Siswa bertipe kombinatif adalah siswa yang dapat dan mampu mengikuti pelajaran dengan menggunakan lebih dari satu alat indra. Ia dapat menerima pelajaran dangan mata dan telinga sekaligus ketika belajar.
Peran Orang Tua
Sebagai orangtua sekaligus pendidik di rumah hendaknya Anda mengenali betul anak Anda dan tipe belajarnya. Anda harus memahami keunikan dan gaya belajar anak Anda. Percayalah, apa pun tipe belajarnya, ia juga tetap punya kemampuan belajar untuk mengatasi kelebihan dan kekurangannya Kemudian, diskusikan dengan gurunya mengenai ciri belajar anak agar guru di sekolah bisa menyesuaikan metode mengajarnya yang seefektif dan seefisien mungkin. (THS)

Sumber:

a.. Mengenal Gaya Belajar Anak.
b.. Metode Mengajar Berdasarkan Tipologi Belajar Siswa.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home